Cat

Cat

Jumat, 15 April 2011

Etimologi dan Ekonomi YUNANI

Yunani (bahasa YunaniΕλλάδα Elláda atau Ελλάς Ellás)(sebelumnya: Yunani, resmi: Republik Yunani) ,

Secara resmi disebut Republik Hellenik(Elliniki Dimokratia), adalah sebuah negara tempat lahirnya budaya Dunia Barat yang berada di Eropa bagian selatan dan merupakan sebuah negara yang terletak di Eropa tenggara di ujung selatan Semenanjung Balkan, Timur Mediterania. Ini adalah sebelah utara berbatasan dengan Bulgaria dan Bekas Republik Yugoslavia Makedonia (FYROM), di barat laut ke timur laut dan Albania ke Turki. Dikelilingi oleh Laut Aegean timur, barat dengan Laut Ionia dan selatan dari Laut Mediterania. Ini memiliki sejarah panjang dan kaya selama yang membawa pengaruh budaya besar pada tiga benuaYunani adalah negara maju dengan indeks pembangunan pendapatan per kapita yang tinggi dan sangat tinggi. . .


Etimologi

Orang Yunani menyebut negara mereka Hellas, dan dalam lafaz modern disebut Ellas. Dalam bahasa sehari-hari bentuk Ellada dipakai. Nama Greecedalam bahasa Inggris dan bentuk-bentuk yang mirip dalam beberapa bahasa Eropa lainnya, diambil dari nama dalam bahasa Latin, Graecia, yang berasal dari sebuah daerah yang sekarang terletak di sebelah utara Yunani, dan dihuni oleh orang Graekos. Dalam bahasa Indonesia juga dikenal istilah Gerika, terutama bahasa Gerika untuk menyebut bahasa Yunani, yang diturunkan dari kata tersebut.
Sedangkan etimologi kata Yunani dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab, yang pada gilirannya mengambil dari nama IoniaIonia adalah pesisir barat negara yang sekarang disebut Turki.



EKONOMI

Yunani memiliki sebuah ekonomi kapitalis campuran dengan sektor publik menyumbang sekitar setengah dari PDBPariwisata memiliki peranan penting, menyediakan porsi besar dari GDP dan pendapatan dari pertukaran mata uang asing. Yunani juga merupakan pemimpin dunia dalam perkapalan (pertama dalam kepemilikan kapan dan ketiga dalam registrasi bendera) [1]. Ekspor dari barang produksi, termasuk telekomunikasi, perangkat lunak dan keras, bahan makanan, dan bahan bakar menjadi bagian besar dalam pemasukan Yunani.
Negara ini memiliki standar hidup yang tinggi, berada di urutan ke-24 dalam Indeks Pembangunan Manusia 2005 dan ke-22 dalam Indeks Kualitas Hidup Dunia 2005 versi The Economist [2]. Ekonominya terus meningkat dalam tahun-tahun belakangan ini, sejalan dengan pemerintah yang mengetatkan kebijakan fiskal dalam rangka kemasukan Yunani ke dalam Zona Euro pada 1 Januari 2001. Pendapatan per kapita rata-rata pada 2004 diperkirakan AS$22.000 [3]. Yunani juga melakukan impor tenaga kerja (kebanyakan dari Eropa Timur, Timur Tengah, Pakistan, dan Afrika). Orang-orang dari daerah tersebut sekarang ini sekitar 10% dari populasi total.
Tantangan utama yang dihadapi oleh negara ini termasuk pengurangan pengangguranpenswastaan dari perusahaan milik negara, reformasi keamanan sosial, mengubah sistem pajak, dan menekan ketidakefisiensian birokratik. Perkiraan pertumbuhan ekonomi sekitar 4-4,5% pada 2004. Pengurangan defisit pemerintah juga tetap masalah utama, karena sekarang ini defisitnya berada dua kali lipat dari target 3% GDP dalam Eurozone. Pemerintahan konservatif yang baru mengungkapkan kepada Eurostat bahwa angka sebelumnya yang diberikan, yang merupakan dasar dari masuknya Yunani ke Eurozone, tidak benar. Di bawah persetujuan negosiasi, UE memberikan Yunani waktu 2 tahun (anggaran tahun 2005 dan 2006) untuk membawa ekonomi sejalan dengan kriteria perjanjian kestabilan Eropa.
Bank of Greece, sekarang sebuah anak perusahaan dari European Central Bank, berfungsi sebagai bank sentral negara. Bank ini tidak sama denganNational Bank of Greece, sebuah bank komersial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar